Logo Bloomberg Technoz

Ekspor Furnitur RI Bisa Geser ke Eropa Imbas Tarif 50% Trump

Mis Fransiska Dewi
02 October 2025 13:50

Furnitur kayu./Bloomberg-Anita Pouchard Serra
Furnitur kayu./Bloomberg-Anita Pouchard Serra

Bloomberg Technoz, Jakarta - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) menilai pemberlakuan tarif 50% atas impor furnitur oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpeluang  untuk reorientasi pasar ke Uni Eropa hingga Timur Tengah. 

“Himki mendorong anggotanya agar memperkuat penetrasi ke Uni Eropa melalui IEU-CEPA, ke Kanada [ICA-CEPA] yang baru saja meneken perjanjian, serta ke pasar nontradisional seperti Timur Tengah dan Asia Selatan,” kata Ketua Umum Himki Abdul Sobur saat dihubungi, Rabu (1/10/2025). 

Bagaimanapun, Abdul menyebut Himki sangat menyesalkan keputusan pemerintah AS menaikkan tarif impor furnitur hingga 50%. Kebijakan ini akan berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor Indonesia, karena pasar AS selama ini termasuk salah satu tujuan utama furnitur Indonesia.


Dia menjelaskan produk yang paling rentan terkena imbas tarif tersebut adalah wooden furniture seperti kabinet, meja, kursi, serta produk berbahan pelapis (upholstery) yang menjadi bagian penting dalam ekspor RI. 

Dengan tarif setinggi itu, kata dia, daya saing furnitur RI bakal langsung tertekan. Sebab, harga jual di pasar AS akan melonjak dan memberi ruang lebih besar bagi kompetitor seperti Vietnam, Malaysia, atau Meksiko yang saat ini tidak terkena tarif serupa atau punya fasilitas perdagangan lebih baik dengan AS.

Dampak tarif 50%