Logo Bloomberg Technoz

Beras Mahal, September Diramal Tak Lagi Deflasi

Muhammad Julian Fadli
30 September 2025 10:50

Calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, Rabu (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, Rabu (14/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laju inflasi Indonesia pada September diperkirakan terakselerasi. Kenaikan harga sejumlah bahan pokok sepertinya menjadi biang keladi.

Besok, Rabu (1/10/2025), Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi nasional periode September. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 12 ekonom/analis hingga Selasa (30/9/2025) pagi menghasilkan median proyeksi inflasi September sebesar 0,11% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Jika terwujud, maka lebih cepat ketimbang Agustus yang deflasi 0,08%.


Harga sejumlah komoditas pangan bergerak naik dalam sebulan terakhir. Mengutip catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam sebulan terakhir adalah Rp 12.559/kg. Angka ini menunjukkan 0,47% di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional.

Sementara rata-rata harga beras medium sepanjang 31 Agustus-30 September adalah Rp 13.951/kg. Setara dengan 3,34% di atas HET.