Logo Bloomberg Technoz

Isyarat Bahlil: Freeport Tak Perlu Bangun Smelter Baru di Papua

Azura Yumna Ramadani Purnama
26 September 2025 21:01

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia./dok.Biro Pers Sekretariat Presiden-Rusman
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia./dok.Biro Pers Sekretariat Presiden-Rusman

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih mengkaji ulang rencana kewajiban PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membangun smelter baru di Papua, sebagai syarat perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) selepas 2041.

Bahlil menuturkan pemerintah belakangan meminta PTFI untuk fokus mengerek produksi dan kinerja dari pabrik pengolahan konsentrat tembaga yang telah berdiri di Gresik, Jawa Timur.

Padahal, pemerintah sebelumnya getol meminta PTFI untuk membangun smelter tembaga baru di Papua, sebagai bagian dari syarat perpajangan IUPK, selain divestasi lanjutan saham Freeport-McMoRan Inc.


“Tadinya kita ingin untuk ada smelter di Papua. Tapi itu sekarang masih dalam diskusi karena penambahan jumlah saham di atas 10%,” kata Bahlil kepada awak media di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Selain itu, Bahlil mengatakan, pemerintah turut berencana untuk menambah lebih dari 10% saham di PTFI. Dia menargetkan keputusan akhir terkait dengan akuisisi tambahan saham PTFI itu rampung bulan depan.

Lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg Papua (Dadang Tri/Bloomberg)