Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, sebagian besar responden atau sebesar 65% sangat bergantung pada AI untuk pengembangan perangkat lunak, dengan 37% melaporkan ketergantungan dengan kategori sedang, 20% sangat, dan 8% lainnya sangat bergantung. Hal ini memperlihatkan adopsi dan ketergantungan yang kuat terhadap kecerdasan buatan di bidang teknologi.

Namun lebih dari 80% responden menyatakan bahwa AI telah meningkatkan produktivitas mereka. Serta, 59% melaporkan adanya pengaruh positif kecerdasan buatan terhadap kualitas kode (code).

Paradoks Kepercayaan

Beberapa profesional pengembangan perangkat lunak tetap berhati-hati dalam menggunakan AI dalam pekerjaan mereka, walaupun adopsi dan manfaat kecerdasan buatan sudah meluas.

Laporan DORA mengungkapkan bahwa ada “paradoks kepercayaan” yang mengejutkan, yakni 20% responden melaporkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap AI,  23% sedikit percaya, dan 7% tidak sama sekali percaya.

Hal itu menunjukkan bahwa keluaran (output) AI dianggap bermanfaat dan bernilai oleh banyak responden pada survei 2025, meskipun belum sepenuhnya mempercayainya. Selain itu, juga dapat menyiratkan kecerdasan buatan yang diintegrasikan ke dalam alur kerja sebagai alat pendukung untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, alih-alih menggantikan sepenuhnya penilaian manusia.

Meski demikian, dampaknya terhadap organisasi lebih kompleks. Penelitian DORA tahun ini menunjukkan bahwa adopsi AI saat ini terkait dengan laju pemrosesan (throughput) pengiriman software lebih tinggi, yang berarti tim merilis lebih banyak software dan aplikasi atau merupakan perlawanan positif dari temuan tahun lalu. Akan tetapi, tantangan yang berkelanjutan tetap ada, yaitu memastikan perangkat lunak berfungsi sebagaimana mestinya sebelum dikirimkan kepada pengguna.

(far/wep)

No more pages