Logo Bloomberg Technoz

Pengamat Sebut Tak Ada Mafia Jual-Beli Jam Penerbangan

Merinda Faradianti
25 September 2025 17:50

Pesawat Garuda Indonesia. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Pesawat Garuda Indonesia. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pengamat penerbangan nasional Alvin Lie mengatakan bahwa tidak ada mafia yang melakukan jual beli jam penerbangan favorit di industri maskapai Indonesia. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengatur pengajuan slot jadwal penerbangan secara baik dan transparan.

"Hal tersebut sudah ditanggulangi oleh Kemenhub dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 2 Tahun 2025. Manajemen slot sejauh ini sudah cukup baik dan transparan. Pengajuan secara online dan stakeholders bisa memantau," katanya pada Bloomberg Technoz, Kamis (25/9/2025).

Menurut Alvin, soal kurangnya jumlah slot jadwal penerbangan Garuda Indonesia merupakan hal yang wajar. Lantaran, kata Alvin, Garuda Indonesia pun mengakui bahwa jumlah armada pesawat yang dioperasikan dan rute yang dilayani lebih sedikit dibandingkan maskapai lainnya.


"Hal ini akan semakin terasa jika Garuda, Citilink dan Pelita digabung jadi satu perusahaan," tambahnya.

Ia pun menekankan bahwa Kemenhub telah mengatur sedemikian rupa melalui Permenhub Nomor 2 Tahun 2025. Di mana, dalam peraturan tersebut menjelaskan, saat pengajuan permohonan rute penerbangan harus melampirkan persyaratan, seperti nomor penerbangan; waktu keberangkatan dan kedatangan; hari penerbangan; dan periode efektif penerbangan. Pada pengajuan tersebut Direktur Jenderal mengawasi dan memberikan persetujuan ataupun penolakan paling lama tujuh hari kerja usai dokumen dinyatakan lengkap.