Logo Bloomberg Technoz

Pasar Global Bergejolak, BEI Tunda Short Selling 6 Bulan

Artha Adventy
24 September 2025 11:51

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan rencana implementasi transaksi short selling kembali ditunda. Kebijakan ini mengikuti arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta agar peluncuran mekanisme tersebut diundur hingga enam bulan ke depan.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, penundaan ini mempertimbangkan dinamika pasar global yang masih sarat ketidakpastian. Situasi tersebut dinilai berpotensi menambah tekanan pada pasar saham domestik apabila short selling dipaksakan diterapkan.

“Kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian yang dapat berdampak pada pasar kita,” terang Jeffrey kepada Bloomberg Technoz, Rabu (24/9/2025).


Selain faktor eksternal, BEI juga menyoroti kesiapan pelaku pasar. Saat ini masih terdapat sejumlah anggota bursa (AB) yang tengah mempersiapkan infrastruktur dan sistem agar dapat berpartisipasi dalam short selling. Keterbatasan jumlah AB dinilai bisa membuat implementasi tidak optimal.

Jeffrey menambahkan, penundaan ini diharapkan memberi ruang bagi bursa untuk memperluas jumlah AB yang siap serta memastikan kondisi pasar lebih stabil. “Dengan begitu, ketika short selling dijalankan, mekanisme tersebut dapat berjalan lebih efektif,” imbuhnya.