Selain itu, Mufti juga melontarkan kritik keras dan tajam dalam perbaikan manajemen Garuda Indonesia. Kritik ini muncul seiring dengan berbagai masalah yang menimpa Garuda, bahkan Mufti menyebut tak masalah jika maskapai itu dibubarkan.
"Kalau memang tidak diselesaikan, tidak ada harapan buat Garuda, daripada memusingkan kita, membebani rakyat, juga ke rakyat tidak ada dampak secara langsung dari Garuda Indonesia, bubarkan saja," katanya.
Ia menyoroti beberapa permasalahan Garuda yang dianggap tidak pernah memberikan keuntungan bagi negara.
Mufti menyebut, Garuda sudah mendapatkan suntikan dana segar dari Danantara sebesar Rp6,6 triliun. Kata dia, dengan suntikan dana tersebut seharusnya Garuda dapat memberikan market share serta keuntungan yang berlipat.
"Mengenai 50% menguasai pasar domestik, buat kami ini mustahil. Sekarang saja baru 11%, di atas swasta 60%. Maka kami tidak mau ini jadi omon-omon," tegasnya.
(ell)






























