Logo Bloomberg Technoz

Nantinya, Bahlil menerangkan, bahan bakar yang akan dibeli SPBU swasta dari Pertamina berbasis fuel base atau murni.

“Jadi barangnya itu, ibarat bikin teh, mereka [SPBU swasta] bilang, ‘jangan teh, air panas saja.’ Jadi produknya itu nanti dicampur di masing-masing perusahaan,” kata Bahlil.

Papan SPBU BP-AKR di jalan Perdatam Pancoran, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain itu, Bahlil menegaskan, kualitas BBM Pertamina yang dijual ke SPBU swasta harus melalui uji kualitas yang dilakukan oleh joint surveyor yang disepakati bersama.

“Jadi barang sebelum berangkat, ada surveyor yang sama-sama disetujui di sana [untuk mengecek kualitas BBM],” tuturnya.

Berlaku Segera

Bahlil juga menggarisbawahi kesepakatan jual-beli BBM antara Pertamina dan SPBU swasta tersebut sudah mulai berlaku per hari ini.

Akan tetapi, implementasinya masih akan dilanjutkan dengan rapat teknis terkait dengan ketersediaan stok bahan bakarnya. 

Insyallah paling lambat 7 hari, barang boleh bisa masuk di Indonesia,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Bahlil mengatakan ketersediaan pasokan BBM di Indonesia saat ini berada di rentang 18—21 hari, yang diklaimnya cukup aman untuk memenuhi kebutuhan domestik. 

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan tambahan kuota impor BBM periode 2025 untuk perusahaan SPBU swasta seperti Shell dan BP-AKR mencapai 7.000—44.000 kiloliter (kl).

Jumlah tersebut merupakan tambahan 10% dari kuota impor yang diberikan pada tahun lalu. Angka tersebut juga terpaut jauh dengan tambahan volume impor BBM yang didapatkan PT Pertamina Patra Niaga untuk tahun ini, yaitu sekitar 613.000 kl.

Dengan begitu, jika mengacu pada volume tambahan kuota 2025 sebesar 10% dari total kuota 2024 dan dibandingkan dengan unit SPBU yang dimiliki, dapat diasumsikan bahwa realisasi impor BP-AKR pada 2024 adalah sekitar 70.000 kl.

Sebab, per akhir Maret 2025, perseroan telah mengoperasikan 64 SPBU di Indonesia secara kumulatif.

Sementara itu, Shell Indonesia dapat diasumsikan mencatatkan realisasi impor BBM pada 2024 sekitar 440.000 kl. Terlebih, Shell tercatat mengoperasikan sekitar 215 SPBU di Indonesia.

KPPU juga mengungkapkan pangsa pasar Pertamina Patra Niaga dalam segmen BBM nonsubsidi tercatat sekitar 92,5%, sedangkan perusahaan SPBU swasta hanya berada pada kisaran 1%—3%.

Sekadar catatan, perusahaan SPBU swasta mengalami kelangkaan pasokan sejumlah jenis BBM sejak akhir bulan lalu dan tak mendapat persetujuan untuk menambah impor BBM, setelah Kementerian ESDM berkeras bahwa kuota impor BBM masing-masing SPBU tahun ini sudah ditambah 10% dari realisasi tahun lalu. 

Ketentuan penambahan impor BBM 2025 sebesar 10% dari total realisasi 2024 tertuang dalam Surat Edaran Kementerian ESDM Nomor T-19/MG.05/WM.M/2025 tanggal 17 Juli 2025.

(naw)

No more pages