Logo Bloomberg Technoz

Grasberg Sumbang 3% Tembaga Global, Longsor Bikin Harga Anomali

Azura Yumna Ramadani Purnama
18 September 2025 09:40

Pekerja memegang segumpal konsentrat tembaga./Bloomberg-Dado Galdieri
Pekerja memegang segumpal konsentrat tembaga./Bloomberg-Dado Galdieri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri minerba menyatakan gangguan operasional di tambang Grasberg milik PT Freeport Indonesia (PTFI) berpotensi mendorong kenaikan harga tembaga dunia.

Meski kontribusi tambang Grasberg hanya sekitar 3% dari produksi global, minimnya stok di gudang London Metal Exchange (LME) membuat pasar lebih sensitif terhadap gangguan pasokan.

Ketua Badan Kejuruan Pertambangan Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli berpendapat gangguan operasional di tambang Grasberg Block Cave akibat longsor yang terjadi pekan lalu diprediksi tetap memengaruhi pasokan dan harga tembaga global.


Rizal menjelaskan hal tersebut terjadi sebab pasokan tembaga global sedang menipis. Hal itu tecermin dari data per Mei 2025, di mana stok tembaga di LME tercatat sebesar 83.000 ton dan disebut menjadi yang terendah karena penarikan yang terus-menerus.

“Hal ini akan memengaruhi pasar apabila ada terjadi sesuatu di negara produsen seperti Cile, Peru, bahkan Indonesia. Apabila terjadi hambatan produksi akan memengaruhi stok global dan harganya tentu akan terkatrol naik,” kata Rizal ketika dihubungi, Kamis (18/9/2025).

Inventaris tembaga di LME./dok. Bloomberg