Logo Bloomberg Technoz

Saat suku bunga turun, maka diharapkan mampu ikut menekan biaya dana (cost of fund) di level perbankan. Penurunan cost of fund tentu akan menjaga profitabilitas perbankan nasional.

Jadi, ada harapan kinerja perbankan ke depan akan kian moncer. Asa akan potensi cuan tersebut membuat investor mengapresiasi saham-saham perbankan.

Pelaku pasar pun merespons positif langkah MH Thamrin tersebut. Wee Khoon Chong dari BNY Mellon menyebut penurunan suku bunga acuan hari ini mengkonfirmasi posisi (stance) BI yang pro-pertumbuhan ekonomi.

“Kami dalam posisi menambah aset-aset di Indonesia. INDOGB (obligasi pemerintah berdenominasi valas) dan IHSG akan terdorong oleh pelonggaran ini,” sebut Wee, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Wee juga menegaskan tidak perlu cemas terhadap risiko pelemahan nilai tukar rupiah sebagai dampak dari penurunan BI Rate. Sebab, dolar Amerika Serikat (AS) sendiri sedang dalam tren melemah.

Kemarin, Dollar Index (yang mencerminkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terpangkas 0,65% ke posisi terlemah sejak Februari 2022 atau lebih dari tiga tahun terakhir.

Dollar Index (Sumber: Bloomberg)

“USD/IDR akan terdorong ke bawah secara bertahap karena pelemahan dolar AS. Arus modal (inflows) juga akan masuk karena ketidakpastian yang mereda,” tambah Wee.

Hal senada diungkapkan Jerry Goh dari Aberdeen. Menurutnya, BI memang punya ruang untuk menurunkan suku bunga acuan karena bank sentral AS Federal Reserve pun diyakini bakal menempuh langkah serupa.

“Dolar AS yang tidak kuat melawan rupiah menciptakan ruang bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan. BI bisa lebih fleksibel dengan kebijakan moneter untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang memang dibutuhkan,” tegas Goh, juga dinukil dari Bloomberg News.

Goh melanjutkan, penurunan BI Rate akan positif bagi pasar saham. Selain perbankan, Goh juga menilai ada sektor lain yang akan diuntungkan.

“Saham sektor real estat akan jadi pemenang,” ujarnya.

Reshuffle Kabinet

Tidak hanya penurunan BI Rate, kabar besar hari ini juga datang dari Istana Negara. Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kocok ulang alias reshuffle personel Kabinet Merah-Putih.

Erick Thohir berganti posisi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Kemudian Letnan Jenderal (Purnawirawan) Djamari Chaniago diangkat menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, dan Farida Farichah yang diangkat menjadi Wakil Menteri Koperasi.

Sedangkan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Lalu Muhammad Qodari menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Ahmad Dofiri menjadi Penasehat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian, Nanik Sudaryati Deyang dan Sonny Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), serta Sarah Sadiqa sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Reshuffle kali ini berlangsung lebih tenang, tidak ada kegaduhan. Tidak ada reaksi yang berlebihan dari pasar, seperti yang sempat terjadi kala reshuffle sebelumnya pada 9 September lalu.

Ini terlihat dari transaksi investor asing. Hari ini, investor asing memang masih membukukan jual bersih (net sell), tetapi terbatas yaitu Rp 151,85 miliar. Lebih sedikit dibandingkan kemarin yang sebesar Rp 373,22 triliun.

Reaksi pasar yang tenang dan optimistis ini turut membantu IHSG mampu menguat hingga menembus rekor tertinggi.

“Pasar keuangan Asia seperti kereta peluru. Rekor tertinggi ini bukan cuma sekadar pencapaian, tetapi menjadi sinyal bahwa likuiditas dan sentimen yang solid,” kata Hebe Chen, Analis Vantage Markets, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

(red)

No more pages