Pada Juli lalu, Vinfast memperoleh pinjaman kredit privat sebesar US$ 510 juta (Rp8,36 triliun) dan pada April mengamankan fasilitas sindikasi senilai 1,84 triliun rupiah (112 juta dolar AS) untuk proyek pabrik di Indonesia.
Sebagai langkah untuk melakukan ekspansi global, perusahaan memprioritaskan Asia dibandingkan Amerika Utara dan Eropa, ungkap pendiri Pham Nhat Vuong kepada para pemegang saham awal tahun ini.
Sejalan dengan peluncuran model baru di India, VinFast membuka pabrik luar negeri pertamanya bulan lalu di negara bagian Tamil Nadu, dengan kapasitas produksi awal 50.000 kendaraan per tahun. Perusahaan juga menargetkan pembukaan pabrik di Indonesia pada Oktober mendatang.
(bbn)
No more pages






























