Penguatan rupiah sudah diprediksi seiring dengan sentimen pasar yang kondusif mendukung reli harga aset–aset emerging market, baik dari global maupun dalam negeri.
Indeks dolar AS, Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) siang hari ini bergerak di zona merah di level 97,694, melemah 0,1%.
Penguatan rupiah pagi ini berlangsung di kala animo beli juga berlanjut di pasar saham. IHSG ditutup menguat 1,37% hingga berhasil melesat menembus 7.854.
Sentimen Global
Malam tadi, US Bureau of Labor Statistics mengumumkan rilis data inflasi Amerika Serikat pada Agustus adalah 2,9% secara tahunan. Terbilang lebih tinggi dibanding Juli yang 2,7%, tetapi masih sesuai dengan estimasi perhitungan pasar.
Sementara itu, inflasi inti adalah 3,1%. Sama dengan pencatatan pada Juli dan juga sejalan dengan estimasi pasar.
Rilis data terbaru ini membuat investor bertambah percaya diri Bank Sentral Federal Reserve bakal menurunkan bunga acuan dalam rapat minggu depan. Sebab, The Fed dipandang tidak perlu mencemaskan perihal inflasi, cukup fokus kepada perlambatan di pasar tenaga kerja.
“Ini akan diterjemahkan dengan penurunan suku bunga acuan pekan depan, dan mungkin akan ada kelanjutannya,” mengutip paparan Ellen Zentner dari Morgan Stanley Wealth Management, seperti yang diberitakan Bloomberg.
Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4–4,25% dalam rapat September adalah 92,5%. Terlebih lagi ada kemungkinan penurunan mencapai 50 bps ke 3,75–4%, peluangnya 7,5%.
Sentimen Dalam Negeri
Dari dalam negeri, rupiah juga terdorong sentimen positif dari penyusunan paket stimulus, melansir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada jurnalis di Jakarta pada Jumat. Paket tersebut akan siap sesegera mungkin.
Sejumlah paket stimulus tersebut meliputi perluasan pemberian insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 yang ditanggung pemerintah atau PPh DTP, yang semula hanya untuk padat karya, seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur, saat ini bakal ditambah ke hotel, restoran, dan kafe.
“Ini sedang dipersiapkan. Kemudian juga terkait dengan perluasan pajak yang ditanggung oleh pemerintah yang sekarang sudah berjalan industri padat karya untuk didorong juga ke perluasan sektor lain,” jelas Airlangga dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Jumat.
Selain itu, Airlangga mengatakan, Pemerintah juga akan memperpanjang insentif bantuan pangan selama 3 bulan ke depan. Ada juga program untuk meningkatkan keterimaan atau magang bagi mahasiswa yang fresh graduate.
Stimulus ekonomi selanjutnya adalah pemberian jaminan kecelakaan kerja, jaminan kehilangan pekerjaan, dan jaminan kematian yang turut akan diberikan kepada para pekerja lepas atau freelance, termasuk pekerja gig seperti ojek online (ojol).
“Stimulus baru ini pada dasarnya akan menstabilkan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, yang sangat penting pada situasi saat ini di tengah ketidakpastian ekonomi global maupun domestik,” tutur Wee Khoon Chong, Senior APAC Market Strategist di BNY Mellon, mengutip Bloomberg.
Terlebih lagi, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, telah resmi menggelontorkan anggaran kas negara yang dialihkan dari Bank Indonesia (BI) kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai total Rp200 triliun.
Hal tersebut resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara Dalam Rangka Pengelolaan Kelebihan dan Kekurangan Kas Untuk Mendukung Program Pemerintah dan Pertumbuhan Ekonomi.
Lebih detail, sejumlah Himbara yang menerima dana tersebut adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI), Bank Negara Indonesia (Bank BNI) masing–masing memperoleh likuiditas sebesar Rp55 triliun.
Kemudian, Bank Tabungan Negara (Bank BTN) Rp25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (Bank BSI) Rp10 triliun.
“Kita akan sudah resmi salurkan semua. Ke lima Himbara. Bank Mandiri kita taruh Rp55 triliun, BRI Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, BNI, Rp55 triliun, dan BSI Rp10 triliun,” papar Purbaya kepada jurnalis di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat.
Guyuran dana tersebut, kata dia, diharapkan mampu digunakan oleh perbankan semaksimal mungkin.
(fad/aji)





























