Logo Bloomberg Technoz

Alokasi untuk PT Pelayanan Listrik Nasional Batam dipatok sebesar 40,69 billion british thermal unit per day (bbtud) pada beleid baru, terkoreksi 47,83% dari alokasi sebelumnya mencapai 78 bbtud.

Lewat PT Pelayanan Listrik Nasional Batam, gas harga khusus itu bakal dialirkan untuk menjalankan sejumlah pembangkit di antaranya PLTMG Balai, PLTGU/PLTG/PLTMG/STG Panaran, PLTGU, PLTG, PLTMG Tanjung Uncang, PLTMG/PLTGU Kabil, PLTMG Sekupang, PLTMG Batu Ampar, PLTGU ELB, PLTGU DEB, PLTGU MEB.

Selanjutnya, alokasi HGBT untuk PT Bekasi Power juga merosot ke level 6,48 bbtud, atau terkoreksi 91,69% dari alokasi sebelumnya sebesar 78 bbtud.

PT Bekasi Power merupakan anak usaha dari PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) di Cikarang, Jawa Barat. PT Bekasi Power mengelola pembangkit untuk kawasan industri PLTG Bekasi Power dengan kapasitas setrum 130 megawatt (MW).

Selanjutnya, Bahlil turut mengoreksi alokasi HGBT untuk PT Krakatau Chandra Energi, anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), afiliasi bisnis konglomerat Prajogo Pangestu.

PT Krakatau Chandra Energi mengelola PLTGU Krakatau Chandra Energi dengan kapasitas 120 MW di Cilegon, Banten. Alokasi HGBT untuk afiliasi bisnis Prajogo Pangestu itu merosot ke 9,45 bbtud, atau minus 87,95% dari alokasi sebelumnya 78 bbtud.

Jaringan pipa gas PGN. (Sumber foto website PGN)

Selain itu, Bahlil turut mengoreksi alokasi HGBT untuk PT Cikarang Listrindo Tbk. (POWR) yang akan digunakan untuk PLTG Cikarang Listrindo. Listrik yang dihasilkan POWR akan dikirim ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

Adapun, alokasi HGBT untuk POWR susut ke level 21,38 bbtud, atau merosot 72,61% dari alokasi sebelumnya 78 bbtud.

Susut Pasokan

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN melaporkan adanya penurunan volume pasokan gas dari kontarktor kontrak kerja sama (KKKS) pada bulan ini.

Kondisi tersebut berdampak pada penyaluran gas sementara waktu ke sebagian pelanggan di wilayah Jawa Barat.

Corporate Secretary PGAS Fajriyah Usman menjelaskan penurunan pasokan disebabkan oleh pemeliharaan operasional tidak terencana di sejumlah pemasok gas serta keterlambatan realisasi tambahan pasokan yang masih dalam proses. 

“Mengingat PGN saat ini belum mendapatkan tambahan kargo LNG domestik untuk periode Agustus 2025 sebagai sumber alternatif lainnya, kami telah menyampaikan kepada pelanggan terdampak untuk melakukan pengaturan pemakaian gas,” kata Fajriyah dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (16/8/2025)

Adapun, PGAS melaporkan perseroan kekurangan sekitar 6 kargo LNG untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun ini.

Perusahaan gas negara itu memproyeksikan kebutuhan LNG untuk pelanggan sepanjang tahun ini mencapai 12 kargo.

(naw/wdh)

No more pages