Logo Bloomberg Technoz

Kilang Tuban Dilirik Investor Asing Lain, RI Tetap Utamakan Rusia

Azura Yumna Ramadani Purnama
11 September 2025 09:20

Kilang minyak PCK Schwedt yang dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Kilang minyak PCK Schwedt yang dioperasikan oleh PCK Raffinerie GmbH, anak perusahaan Rosneft Oil Co./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan terdapat investor asing lain yang berminat masuk ke proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban selain perusahaan asal Rusia, PJSC Rosneft Oil.

Akan tetapi, Kementerian ESDM memilih untuk tetap memprioritaskan Rosneft dalam proyek tersebut sebab raksasa migas Rusia itu dijanjikan memulai tahap final investment decision (FID).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan kementeriannya terus mengevaluasi progres kilang senilai US$24 miliar atau sekitar Rp391,9 tersebut, tetapi pemerintah tetap memprioritaskan Rosneft di proyek tersebut sebab tahapan keputusan investasi akhir Rosneft di Kilang Tuban sedang berjalan.


“Kita evaluasi dulu ya, karena banyak yang mau masuk. Rosneft-nya masih tetap untuk bisa kepemilikannya di situ,” kata Laode ditemui awak media di Kementerian ESDM, dikutip Kamis (11/9/2025).

Pekerja memeriksa dongkrak pemompaan minyak di lokasi pemompaan, yang dioperasikan oleh Rosneft PJSC di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov

Sanksi Rusia