Sanksi Rusia Kian Berat, Rosneft Bisa Gaet China di Kilang Tuban
Azura Yumna Ramadani Purnama
23 July 2025 11:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) menyarankan raksasa migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, agar bisa menggandeng investor China dalam proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban di Jawa Timur.
Hal tersebut ditujukan untuk mengatasi sanksi Barat terhadap sektor energi Rusia, yang belakangan makin diperluas oleh Uni Eropa (UE). Langkah tersebut juga dinilai dapat mempercepat rencana pembangunan Kilang Tuban yang masih tersendat.
Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal memandang sanksi Barat yang dikenakan ke Rusia tidak memengaruhi investasi perusahaan energi Negeri Beruang Merah tersebut ke berbagai negara. Namun, sanksi tersebut dapat berimbas pada progres pembangunan Kilang Tuban.
Dengan begitu, Moshe menilai Rosneft dapat mengajak investor dari China untuk menyokong peralatan atau infrastruktur pendukung di Kilang Tuban, agar rencana pembangunan di proyek tersebut segera terwujud.
“Jadi memang tantangannya akan lebih berat karena ada sanksi. Dari sisi logistik misalkan 100% itu dari Rusia, dari China equipment-nya. Apakah ada misalkan dari negara Barat? Kalau dari negara Barat itu akan sulit. Nah, hal-hal seperti itu kan biasanya mereka sudah tahu, harus diantisipasi itu risiko,” kata Moshe ketika dihubungi, Rabu (23/7/2025).






























