Logo Bloomberg Technoz

Amnesty Duga Pakistan Spionase Warganya via Teknologi China

Redaksi
09 September 2025 17:15

Ilustrasi aksi spionase (Diolah berbagai sumber)
Ilustrasi aksi spionase (Diolah berbagai sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Amnesty International menduga Pakistan melakukan spionase atau memata-matai jutaan warganya menggunakan sistem penyadapan telepon dan firewall internet buatan China, yang dapat menyensor media sosial (medsos). Hal ini merupakan salah satu bentuk pengawasan negara paling komprehensif di luar Tiongkok, kata lembaga pengawas hak asasi manusia (HAM) tersebut.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Selasa, (9/9/2025) Amnesty International menyebut jaringan pemantauan Pakistan yang terus berkembang dibangun menggunakan teknologi China dan Barat. Mereka menilai hal ini mendorong tindakan keras yang luas terhadap perbedaan pendapat dan kebebasan berbicara, mengutip kantor berita Reuters pada Selasa (9/9/2025).

Adapun kebebasan politik dan pers sudah dibatasi di Pakistan serta dinilai makin ketat dalam beberapa tahun terakhir, terutama seusai militer memutuskan hubungannya dengan eks Perdana Menteri (PM) Imran Khan pada 2022 lalu, yang akhirnya dipenjara dan ribuan orang pendukung partainya ditahan. 


Amnesty mengatakan bahwa badan intelijen Pakistan dapat memantau setidaknya 4 juta ponsel sekaligus melalui Lawful Intercept Management System (LIMS). Sementara, firewall bernama WMS 2.0 dapat memblokir 2 juta sesi internet aktif secara bersamaan.

Menurut Amesty, kedua sistem pemantauan tersebut berfungsi secara bersamaan. Salah satunya memungkinkan badan intelijen Pakistan menyadap panggilan dan pesan teks, lalu yang lain bisa memperlambat atau memblokir situs web dan medsos di seluruh negerinya.