Grasberg Block Cave (GBC)
Tambang GBC merupakan cadangan tambang persis di bawah tambang terbuka Grasberg. PTFI sempat menargetkan kenaikan produksi GBC menjadi 180.000 ton bijih per hari, setelah menuntaskan pembangunan Crusher 603 di area tambang itu.
Kepala Teknik Tambang Freeport Indonesia Carl Tauran mengatakan rerata hasil produksi tambang GBC saat ini adalah 120.000 ton bijih per hari, sehingga tambang bawah tanah tersebut saat ini memasuki tahap puncak seiring dengan mulai beroperasinya Crusher 603.
Sekadar catatan, Crusher 603 adalah mesin pemecah material tambang yang dirancang khusus untuk menangani lumpur basah yang seringkali menghambat proses penambangan di areal tambang bawah tanah GBC.
Mesin tersebut berdimensi tinggi 70 meter, lebar 15 meter, dan panjang 40 meter dan dirampungkan dalam kurun 14 bulan atau lebih cepat 3 bulan dari target.
Deep Ore Zone (DOZ)
Tambang bawah tanah DOZ memiliki kapasitas produksi sektiar 25.000 bijih ton per hari. Selanjutnya, tambang tersebut dilakukan perluasan hingga total produksinya menjadi 35.000 ton/hari.
Tak sampai situ, PTFI juga memperluas produksi tambang DOZ hingga hingga 50.000 ton bijih per hari dengan memasang alat penghancur kedua dan ventilasi tambahan. Bahkan, PTFI menyatakan tambang DOZ mampu memproduksi sekitar 80.000 ton bijih per hari.
Akan tetapi, tambang DOZ telah mengakhiri 25 tahun operasinya pada akhir Desember 2021. Tambang DOZ pertama kali dikembangkan pada 1996 untuk menambang cadangan mineral unik Grasberg.
Big Gossan
Tambang Big Gossan diprediksi perusahaan bisa menghasilkan logam tambahan sebesar kurang lebih 135 juta pon tembaga dan 65.000 ons emas setiap tahunnya. Pengembangan area tambang tersebut pada 2005—2009 menghabiskan biaya sekitar US$225 juta.
Tambang Big Gossan memulai produksi pertamanya pada 2009 dan mencapai produksi tertinggi 7.000 ton bijih per hari. Meskipun lebih rendah, bijih yang diproduksi dari area ini memiliki kadar tembaga yang lebih tinggi.
Deep Mill Level Zone (DMLZ)
Area blok Deep Mill Level Zone (DMLZ) mulai dikembangkan perusahaan pada 2016 dan diprediksi akan selesai produksi pada 2040.
PTFI pada 2020 lalu baru saja meresmikan Crusher DMLZ 504 di area tambang DMLZ. Dengan begitu, area DMLZ memiliki dua crusher yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 2.500 hingga 3.000 ton per jam.
Dengan begitu, area blok tambang DMLZ dapat memproduksi sekitar sekitar 70.000 ton bijih sehari.
Kucing Liar
Kucing Liar nantinya akan menjadi tambang keempat yang dioperasikan di kawasan Grasberg, Papua milik Freeport setelah Grasberg Block Cave, DMLZ, dan Big Gossan. PTFI menyatakan, produksi dari tambang Kucing Liar nantinya akan menggantikan produksi dari DMLZ yang mengalami penurunan.
Kucing Liar ditargetkan dapat mulai berproduksi pada 2027 dengan potensi menghasilkan 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas per tahun hingga 2041, atau saat habisnya masa berlaku izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport saat ini.
(azr/wdh)




























