Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah laporan media Rusia bahkan menyebut Enteromix mencapai efikasi 100 persen pada uji praklinis, meski klaim ini belum diverifikasi secara independen.

Vaksin Enteromix awalnya difokuskan untuk menangani kanker kolorektal, namun FMBA menyebut ada kemajuan yang menjanjikan dalam pengembangan kandidat vaksin untuk glioblastoma—kanker otak agresif—serta jenis melanoma tertentu, termasuk melanoma okular.

Otoritas kesehatan Rusia menyebut vaksin kini siap digunakan sambil menunggu persetujuan resmi.

Meski demikian, sejumlah pakar global menekankan perlunya sikap hati-hati. Dr. David James Pinato, konsultan onkologi medis di Imperial College London, menilai klaim efektivitas Enteromix masih prematur. Menurutnya, hasil praklinis biasanya berarti pengujian pada hewan, sehingga belum bisa disimpulkan relevansinya pada manusia. Ia menambahkan, uji klinis tahap awal pada manusia umumnya hanya bertujuan memastikan keamanan, bukan efektivitas.

Pinato juga menyoroti keterbatasan informasi yang tersedia terkait data ilmiah, publikasi peer-review, maupun transparansi hasil uji. Ia menegaskan bahwa klaim efikasi 100 persen pada hewan tidak serta-merta menjamin keberhasilan di manusia, karena sistem imun hewan berbeda secara signifikan dengan kompleksitas kanker pada manusia.

Dengan keterbatasan data tersebut, para pakar menilai vaksin kanker Rusia masih berada di tahap awal pengembangan. Meski FMBA mengklaim Enteromix siap digunakan, komunitas ilmiah internasional menekankan bahwa standar global menuntut uji klinis lanjutan berskala besar sebelum sebuah vaksin dapat dipasarkan secara luas.

(fik/spt)

No more pages