Logo Bloomberg Technoz

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara sebelumnya mengatakan perseroan sudah mempersiapkan setidaknya tiga skenario terkait dengan tenggat persetujuan RKAB.

"Kita sudah exercise, ada tiga skenario yang mau kita ajukan ke pihak pemegang saham dan juga ke Kementerian ESDM. Saya kasih bocoran saja ya, skenarionya pesimistic, moderate, dan optimistic," kata Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara dalam media gathering di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, akhir Agustus.

Seluruh skenario tersebut, kata dia, masih akan dikaji lebih lanjut melihat prognosa produksi PT Timah hingga akhir 2025. 

Menurutnya, evaluasi Kementerian ESDM untuk pengajuan RKAB tahun depan, yang akan mulai diajukan pada Oktober mendatang, dilakukan berdasarkan capaian produksi eksisting pada tahun berjalan.

Adapun, perseroan menargetkan produksi bijih timah mencapai 21.500 ton Sn pada tahun ini dan produksi logam timah dipatok sebanyak 21.545 metrik ton.

"Nanti kita lihat prognosa-prognosa pada 2025, kemudian audited-nya pada 2024 seperti apa. Ini menjadi bahan kita untuk menyusun [RKAB] 2026. Karena kan RKAP dan RKAB ini kan butuh persetujuan juga dari pemegang saham," tutur Suhendra.

Target Gagal

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno pernah menyoroti kinerja produksi PT Timah yang selalu gagal mencapai target RKAB pertambangan timah sejak 2020.

PT Timah disebut menguasai 70% luas lahan pertambangan timah di Indonesia. Namun, produksinya hanya mencapai 20% dari total produksi nasional.

“Jadi poinnya sangat aneh apabila saya enggak tahu industri pertambangan terus dikasih tahu PT Timah itu kuasai 70% luas lahan, tetapi produksinya hanya 20%. Itu orang lain pasti akan heran, kok bisa?” kata Tri dalam kegiatan MIND ID Commodities Outlook, November 2024.

Tri mengungkapkan isu utama pertambangan timah di Indonesia yakni kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI) yang banyak ditemui terutama di wilayah kerja (WK) PT Timah. 

Namun, dia memastikan pemerintah akan berkoordinasi secara intens dengan PT Timah untuk memberantas praktik pertambangan ilegal dan menggencarkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan.

-- Dengan asistensi Dovana Hasiana

(mfd/wdh)

No more pages