Di dalam negeri, ekonomi domestik mencatatkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang solid. Sementara itu, intermediasi di sektor jasa keuangan menunjukkan pertumbuhan positif sejalan pertumbuhan ekonomi domestik.
"Di pasar modal, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2025, meski dinamika dalam negeri dalam sepekan ini berdampak terbatas pada volatilitas pasar saham," kata Mahendra.
Dengan demikian, berdasarkan assessment atas kondisi lembaga jasa keuangan secara menyeluruh, tingkat likuiditas masih dalam level memadai dan didukung solvabilitas yang baik.
Ke depan, lanjut Mahendra, OJK bersama industri jasa keuangan dan asosiasi terkait akan terus melakukan pendataan dan assessment menyeluruh atas dampak dinamika domestik dalam beberapa hari terakhir. Langkah ini dilakukan agar opsi-opsi kebijakan yang diambil didasari data yang akurat dan tepat sasaran dalam memastikan sektor jasa keuangan tetap terjaga stabil.
Selain itu, OJK juga berkoordinasi dengan seluruh lembaga jasa keuangan agar dapat melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan lembaga jasa keuangan tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Koordinasi dan sinergi dengan seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan juga terus dipererat dalam menjaga dan memitigasi potensi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan.
(lav)
































