Penurunan harga minyak nabati lainnya juga mempengaruhi pembentukan harga CPO. Kemarin, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun tajam 1%. Sementara harga minyak rapeseed terpangkas 0,16%.
Saat harga minyak nabati pesaing lebih murah, maka keuntungan untuk beralih ke CPO menjadi menipis. Sebab, berbagai komoditas ini bisa saling menggantikan.
Selain itu, perkembangan nilai tukar ringgit Malaysia juga membebani langkah CPO. Kemarin, mata uang Negeri Harimau Malaya menguat 0,07% terhadap dolar Amerika Serikat.
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit terapresiasi, maka kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Analisis Teknikal Harga CPO Hari Ini
Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini? Apakah bisa bangkit atau malah kian terjepit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (time frame daily), CPO masih ada di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun memang, karena RSI masih bergelut tipis di zona 50– hal ini menjadi sinyal neutral, masih ada potensi balik arah.
Suasana neutral juga terasa dari indikator Stochastic RSI yang ada di posisi 21. Ada di titik dekat 20, yang berarti tergolong jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, masih ada risiko harga CPO bisa melemah lagi. Ada kemungkinan harga CPO akan menguji support MYR 4.393/ton usai tembus Moving Average (MA) 5–nya. Jika tertembus lagi, maka level harga MYR 4.377/ton bisa menjadi target selanjutnya.
Adapun target resistance potensial harga CPO terdekat ada di MYR 4.448/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga CPO ke level MYR 4.480 sampai dengan 4.496/ton.
(fad/ain)






























