Logo Bloomberg Technoz

Potensi yang Hilang Saat TikTok Live Dimatikan di Indonesia

Redaksi
02 September 2025 13:05

Tiktok Shop (Infografis/Bloomberg Technoz)
Tiktok Shop (Infografis/Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Suspen atau penangguhan sementara fitur TikTok live menjauhkan dari upaya pendirian platform social commerce asal China ini menghasilkan uang dari bisnis perdagangan online.

Diketahui ByteDance Ltd memposisikan TikTok tidak hanya sekadar media sosial, tapi hybrid social media dan menjadi jembatan para pedagang untuk menjual barang di plaform digital.

Strategi yang sejauh ini berhasil menarik seller dan mendulang cuan di industri dagang-el lewat catatan nilai total transaksi atau gross merchandise value (GMV) US$32,6 miliar (ditaksir sekitar Rp535 trilin) di akhir tahun 2024 secara global, mengutip data Momentum Works.


Posisi Indonesia juga strategis karena sumbangan atas GMV TikTok Shop terbesar kedua setelah Amerika Serikat (AS) di kisaran US$6,19 miliar, masih dari laporan Momentum Works 2024. Angka ini mengalami pertumbuhan 39% (yoy).

Bloomberg sempat menurunkan laporan bahwa angka GVM TikTok 2022 masih berada di kisaran US$5 miliar dan ByteDance menetapkan target US$20 miliar pada tahun berikutnya.