Logo Bloomberg Technoz

Saat Aksi, Sebaran Hoax Naik di Medsos & Aplikasi Pesan

Farid Nurhakim
01 September 2025 13:23

Ilustrasi Hoax
Ilustrasi Hoax

Bloomberg Technoz, Jakarta - Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) memandang hoax yang beredar di media sosial (medsos) dan aplikasi perpesanan makin meningkat, seiring tensi tinggi demonstrasi yang telah berlangsung pada akhir-akhir ini.

Mafindo menilai terdapat aksi kekerasan, penjarahan, dan represi yang menyebabkan ketidakpastian, sehingga makin meningkatkan eskalasi kekerasan. Salah satu contoh yang Mafindo urai adalah video kerusuhan di Baghdad, Irak. Video tersebut dinarasikan sebagai kejadian di Jakarta.

Lantas, adanya klaim penjarahan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dan Mall Atrium Senen. Bahkan beberapa hoax telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berupa deepfake, sehingga publik kesulitan mengidentifikasi secara cepat.


Kerap kali masyarakat digital terperdaya oleh teknologi memanipulasi gambar, video, melalui AI tersebut. “Akibatnya, muncul ketidakpastian, kemarahan, hasutan kebencian, dan aksi kekerasan,” kata Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho dalam keterangannya, dikutip Senin (1/9/2025).

Mafindo sendiri memberi pernyataan sebagai berikut; Pertama, Mafindo mendukung demonstrasi oleh sejumlah elemen masyarakat sebagai bentuk kebebasan berpendapat dan berekspresi yang dijamin dalam negara demokrasi. Kedua, aksi kekerasan oleh pelbagai pihak, baik pengunjuk rasa maupun aparat keamanan harus dihentikan karena bakal merugikan semua pihak.  Menjarah adalah tindakan yang harus dijauhi karena tergolong tindak pidana pencurian.