Logo Bloomberg Technoz

Penyebab Rupiah Jadi Runner-Up Asia Saat Aksi Jual Melanda Pasar

Tim Riset Bloomberg Technoz
01 September 2025 09:21

Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini. Sepertinya intervensi Bank Indonesia (BI) mampu meredakan gejolak mata uang Tanah Air.

Pada Senin (1/9/2025), US$ 1 setara dengan Rp 16.479 kala pembukaan pasar spot. Rupiah terapresiasi terbatas 0,07% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Namun sejurus kemudian, penguatan rupiah yang sudah tipis itu tambah tipis lagi. Pada pukul 09:02 WIB, US$ sama dengan Rp 16.481 di mana rupiah masih menguat 0,05%.


Meski begitu, rupiah masih menjadi salah satu mata uang dengan penguatan tertinggi di Asia. Apresiasi 0,05% membuat rupiah menduduki posisi runner-up, hanya kalah dar baht Thailand yang menguat 0,25%.

Pagi ini, aksi jual terlihat di pasar keuangan Indonesia. Imbal hasil (yield) surat utang pemerintah berbagai tenor bergerak naik. Kenaikan yield menandakan harga obligasi sedang turun.