Dia menegaskan peran Kementerian ESDM dalam pengelolaan LTJ akan terbatas pada penyiapan dan tata kelola bahan baku atau di tingkat hulunya saja.
Sementara itu, lanjutnya, ranah Badan Industri Mineral nantinya akan terfokus pada industri hilir mineral strategis.
Terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktiristek) Brian Yuliarto membeberkan tugas barunya sebagai Kepala Badan Industri Mineral, lembaga yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
Brian, yang dilantik Presiden sebagai kepala badan tersebut pagi ini, mengatakan tugasnya barunya tersebut nantinya akan berhubungan dengan pengelolaan dan pengawasan LTJ untuk industri pertahanan, serta mineral radioaktif.
Adapun, pelantikannya tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 77/2025 tentang Penangkatan Kepala Badan Industri Mineral.
“Badan [Industri Mineral] ini nantinya mengelola industri mineral strategis yang terkait untuk industri pertahanan ya, karena material strategis ini cukup penting untuk kedaulatan bangsa, juga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi kita,” ujarnya, ditemui usai dilantik di Istana Kepresidenan.
Dia pun memastikan tugas barunya tersebut tidak akan mengganggu mandat eksistingnya sebagai Mendiktiristek.
“Nanti kita tentu sesama badan negara, kita akan mengoordinasikan pembagiannya bagaimana, karena ini diharapkan muatan teknologinya cukup banyak, jadi pengembangan di perguruan tinggi terkait dengan mineral LTJ diharapkan bisa didorong diaplikasikan di industri,” terangnya.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2025/2026 dan Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2026, Prabowo mengaku bersyukur Indonesia dianugerahi sumber daya alam yang melimpah khususnya LTJ. Menurutnya, LTJ merupakan mineral penting dan tidak semua negara memilikinya.
"Kita memiliki semua rare earth yang ada di dunia kita miliki dan rare earth ini vital untuk kehidupan teknologi tinggi, untuk kehidupan modern, dan juga untuk pertahanan modern," ucap Prabowo, Jumat (15/8/2025).
Kendati demikian, potensi LTJ ini masih belum termanfaatkan. Untuk itu, Prabowo ingin menciptakan sumber daya manusia yang unggul demi mengelola potensi mineral tersebut.
"Kita harus menciptakan sumber daya manusia yang unggul agar semua sumber daya alam kita bisa kita manfaatkan secepat-cepatnya," ungkapnya.
(wdh)































