Logo Bloomberg Technoz

Jenis yang umum menginfeksi manusia adalah Taenia saginata (daging sapi), Taenia solium (daging babi), dan Taenia asiatica. Meski sempat populer sebagai metode diet ekstrem, praktik menelan cacing pita sangat berbahaya karena bisa menyebabkan malnutrisi, kerusakan organ, bahkan kematian.

Cacing Gelang: Menyerang Usus Hingga Paru-Paru

Infeksi cacing gelang atau Ascariasis banyak dijumpai di wilayah dengan sanitasi buruk. Anak-anak sering menjadi korban karena kebiasaan bermain tanah dan jarang mencuci tangan.

Cacing ini awalnya berkembang di usus, lalu bermigrasi ke paru-paru, bahkan bisa naik ke tenggorokan sebelum kembali lagi ke saluran pencernaan. Siklus hidupnya yang kompleks membuat gejalanya beragam, mulai dari batuk, sesak napas, hingga sakit perut.

Parasit ini juga dapat menular melalui tanah atau konsumsi daging mentah. Jika jumlahnya terlalu banyak, cacing gelang bisa menyebabkan penyumbatan usus yang berbahaya.

Cacing Trichinella: Parasit yang Menyebar ke Otot

Jenis cacing gelang lain yang perlu diwaspadai adalah Trichinella. Penularan terjadi lewat konsumsi daging babi atau hewan liar yang tidak dimasak dengan baik.

Setelah masuk ke tubuh, larva berkembang biak di usus lalu bermigrasi ke jaringan otot. Kondisi ini bisa memicu gejala serius seperti nyeri otot, demam, pembengkakan wajah, hingga gangguan pernapasan.

Kasus trichinellosis lebih jarang di Indonesia dibandingkan negara lain, namun risiko tetap ada terutama pada masyarakat yang mengonsumsi daging setengah matang.

Cacing Kremi: Kecil Tapi Mengganggu

Cacing kremi atau Enterobius vermicularis berukuran sangat kecil, sering kali hanya beberapa milimeter. Meski kecil, infeksi ini sangat mengganggu karena menimbulkan rasa gatal hebat di sekitar anus, terutama pada malam hari.

Telur cacing kremi bisa bertahan di pakaian, tempat tidur, maupun benda sehari-hari. Penularan umumnya terjadi ketika seseorang tanpa sadar menelan telur yang menempel di tangan atau makanan.

Infeksi kremi paling sering dialami anak-anak, namun orang dewasa juga bisa tertular. Untungnya, infeksi ini mudah diobati dengan obat cacing yang tersedia bebas.

Cacing Pipih: Parasit dari Sayuran Mentah

Cacing pipih biasanya lebih dikenal sebagai parasit pada hewan. Namun, manusia juga bisa terinfeksi jika mengonsumsi sayuran mentah atau air yang terkontaminasi telur cacing ini.

Gejala infeksi bisa bervariasi, mulai dari gangguan pencernaan ringan hingga infeksi serius bila jumlah cacing cukup banyak. Mencuci bersih sayuran dan memasaknya dengan baik merupakan langkah utama untuk mencegah penyebaran cacing pipih.

Cacing Tambang: Masuk Lewat Kulit Tanpa Disadari

Cacing tambang (hookworm) memiliki cara penularan unik. Dilansir dari combantrin.co.id, larvanya dapat masuk ke tubuh melalui pori-pori kulit. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang berjalan tanpa alas kaki di tanah terkontaminasi.

Setelah berhasil masuk, cacing tambang menempel pada dinding usus dan mengisap darah. Akibatnya, penderita bisa mengalami anemia, lemas, dan kehilangan berat badan. Infeksi ini cukup umum di daerah tropis dengan sanitasi buruk.

Pencegahannya sederhana, yaitu dengan selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area tanah lembap.

Gejala Umum Infeksi Cacing

Ilustrasi cacing perut (Envato)

Meski tiap jenis cacing menimbulkan gejala berbeda, ada beberapa tanda umum yang bisa menjadi peringatan dini. Di antaranya sakit perut berulang, diare, penurunan berat badan tanpa sebab, nafsu makan menurun, hingga kelelahan.

Pada anak-anak, cacingan sering ditandai dengan gatal di sekitar anus, sulit tidur, atau perut buncit. Sementara pada orang dewasa, gejalanya bisa berupa anemia, lemas berkepanjangan, bahkan gangguan pernapasan pada kasus tertentu.

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Pencegahan cacingan sebenarnya sederhana namun sering diabaikan. Beberapa langkah penting yang direkomendasikan dokter meliputi:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah ke toilet.

  • Memasak daging hingga matang sempurna.

  • Mencuci bersih sayuran dan buah sebelum dikonsumsi.

  • Menggunakan alas kaki saat berada di luar ruangan.

  • Menjaga kebersihan lingkungan, terutama sanitasi air dan pembuangan limbah.

Selain itu, pemberian obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan, terutama pada anak-anak.

Pentingnya Edukasi Masyarakat

Warga mengikuti cek kesehatan gratis di Puskesmas Kebayoran Baru, Senin (10/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Meski sering dianggap masalah kecil, infeksi cacing dapat menimbulkan dampak besar jika tidak ditangani. Beberapa kasus bahkan menyebabkan komplikasi serius seperti penyumbatan usus, anemia berat, hingga kerusakan organ.

Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran. Sekolah, fasilitas kesehatan, hingga keluarga memiliki peran dalam membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

Infeksi cacing masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Dari cacing pita yang bisa hidup puluhan tahun, cacing gelang yang berpindah organ, hingga cacing tambang yang masuk lewat kulit, semuanya menunjukkan bahwa ancaman parasit ini nyata.

Menjaga kebersihan diri, memperhatikan asupan makanan, dan mengonsumsi obat cacing secara berkala adalah langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga.

Dengan kesadaran bersama, cacingan dapat dicegah, dan masyarakat bisa terbebas dari penyakit yang sering dianggap sepele namun berbahaya ini.

(seo)

No more pages