Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, trendline terdekat menunjukkan ada potensi rupiah bisa menguat ke Rp 16.250/US$. Target selanjutnya ada di Rp 16.200/US$.

Selama rupiah bertengger di atas Rp 16.350/US$ usai tertekan, maka masih ada potensi untuk lanjut melemah hingga Rp 16.400/US$. Sebaliknya apabila terjadi penguatan hingga Rp 16.200/US$ dalam tren jangka menengah, rupiah berpotensi terus menguat hingga balik ke level Rp16.100/US$.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Jumat 22 Agustus 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Jackson Hole Symposium

Salah satu pemberat langkah rupiah hari ini adalah penantian investor terhadap perkembangan di simposium tahunan bank sentral AS Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming. Pidato Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell akan dinanti, karena bisa memberi petunjuk soal arah kebijakan moneter ke depan.

Sejauh ini pasar masih meyakini bahwa suku bunga acuan akan turun dalam rapat The Fed bulan depan. Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4-4,25% dalam rapat September adalah 75%.

Meski masih cukup tinggi, tetapi kemungkinan itu adalah yang terendah dalam sebulan terakhir.

Kegamangan pasar makin terlihat kala peluang suku bunga acuan bertahan di 4,25-4,5% makin tinggi. Kini angkanya mencapai 25%, tertinggi dalam sebulan terakhir.

“Jika memangkas (suku bunga) terlalu cepat atau terlalu agresif, maka The Fed berisiko menyebabkan ekspektasi inflasi makin tinggi. Namun kalau bergerak terlalu lambat, maka ada risiko pasar tenaga kerja makin melemah dan ekonomi sulit tumbuh,” kata Jim Baird dari Plante Moran Financial Advisors, seperti dikutip dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages