Tanpa menyebut langsung AS dan kebijakannya, Jaishankar menegaskan dalam Forum Bisnis India-Rusia di Moskow bahwa ketidakpastian global yang meningkat menekankan pentingnya memiliki “mitra yang andal dan konsisten.”
“Kita semua sangat menyadari bahwa pertemuan ini berlangsung di tengah situasi geopolitik yang kompleks. Para pemimpin kita tetap berhubungan erat dan rutin,” ujarnya.
India sendiri mulai menjauh dari AS akibat ancaman tarif. Perdana Menteri Narendra Modi bahkan menyebut Putin sebagai “sahabat” usai melakukan panggilan telepon dengan pemimpin Rusia pekan ini. New Delhi juga memperkuat hubungan dengan China. Modi dijadwalkan mengunjungi Beijing pada akhir Agustus mendatang — kunjungan pertamanya ke China dalam tujuh tahun — untuk bertemu Presiden Xi Jinping.
Trump bersama pejabat pemerintahannya berulang kali mengkritik India karena terus membeli minyak dari Rusia. Menurut Washington, perdagangan tersebut membantu Putin membiayai perang di Ukraina. Trump telah memberlakukan tarif 25% atas barang India dan mengancam melipatgandakannya menjadi 50% pada 27 Agustus mendatang — sebuah tarif yang akan membuat ekspor India senilai US$85 miliar ke AS tidak lagi kompetitif.
India membela posisinya dengan menyebut berhak membeli dari sumber termurah, dan menilai tarif tersebut “tidak masuk akal.” Bagi India, keuntungan membeli minyak Rusia adalah adanya potongan harga, yang sekaligus membantu pemerintah menekan inflasi domestik.
Jaishankar juga mendorong agar India dan Rusia lebih serius melakukan diversifikasi perdagangan, memperbanyak usaha patungan antarperusahaan, serta mempererat dialog untuk mengatasi hambatan, termasuk soal sistem pembayaran.
(bbn)






























