Uber meninggalkan kawasan ini pada 2018 sebagai imbalan atas saham di Grab, yang kini bersaing sengit dengan GoTo Group Indonesia dan pesaing-pesaing kecil lainnya.
“Kami mengalami masalah sistem sementara yang menyebabkan harga yang tidak wajar ditampilkan secara salah di aplikasi kami,” kata Grab dalam pernyataan resmi.
“Masalah tersebut telah diselesaikan, dan aplikasi kini berfungsi seperti biasa. Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.”
(bbn)
No more pages



























