Logo Bloomberg Technoz

Jualan Lesu, Asosiasi Motor Listrik Harap Insentif Non-Fiskal

Merinda Faradianti
20 August 2025 10:20

Pengunjung melihat motor listrik dalam ajang PEVS 2025 di JIExpo Kemayoran, Selasa (29/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat motor listrik dalam ajang PEVS 2025 di JIExpo Kemayoran, Selasa (29/4/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjualan motor listrik mencatatkan penurunan signifikan mencapai kisaran 20%-40% dari periode sebelumnya. Penyebabnya adalah tidak jelasnya kelanjutan subsidi motor listrik setelah tahun lalu mendapat diskon jor-joran.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setiyadi meminta agar pemerintah memberikan insentif non-fiskal pada pengguna motor listrik. Hal ini diharapkan agar masyarakat dapat memiliki ketertarikan untuk menggunakan motor listrik.

"Sebetulnya yang kita harapkan adalah pemerintah mendorong pemerintah di daerah, kabupaten/kota atau provinsi membuat satu skema mencakup masalah insentif non fiskal pada pengguna-pengguna sepeda motor listrik," katanya pada Bloomberg Technoz, dikutip Rabu (20/8/2025).


Kata Budi, insentif non fiskal yang dimaksud seperti diberikan jalur dan target khusus, tidak bayar parkir dan memperbanyak infrastruktur charging [pengecasan]. Sebagaimana diketahui, motor listrik sebelumnya telah diberikan insentif fiskal yaitu Rp7 juta untuk motor listrik hingga pajak 0%. 

"Yang kita harapkan ada insentif yang non fiskal. Berarti banyak kemudahan yang didapatkan, pajaknya 0%, kemudian mungkin di tempat parkir juga bisa tidak bayar, tidak kena ganjil-genap atau kalau ada pembatasan penggunaan sepeda motor, motor listrik tidak terkena dampaknya," jelasnya.