Perkembangan harga minyak nabati lainnya juga mempengaruhi harga CPO. Kemarin, harga minyak kedelai di bursa Dalian (China) naik tipis 0,05%.
Sementara harga minyak biji bunga matahari menguat 0,82%. Sedangkan harga minyak rapeseed terangkat 0,15%.
Saat harga minyak nabati pesaing makin mahal, maka keuntungan untuk beralih ke CPO menjadi bertambah. Sebab, berbagai komoditas ini bisa saling menggantikan.
Dinamika nilai tukar ringgit Malaysia juga membantu mengerek harga CPO. Kemarin, ringgit melemah 0,24% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit terdepresiasi, maka kontrak CPO menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga CPO untuk hari ini? Apakah bisa naik lagi atau malah mengalami koreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 65. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Adapun indikator Stochastic RSI ada di 75. Menghuni area beli (long) yang kuat, bahkan hampir jenuh (overbought).
Hari ini, ada risiko harga CPO bakal terkoreksi. Maklum kenaikannya sudah begitu tinggi. Tentu akan datang saatnya untuk konsolidasi.
Cermati pivot point di MYR 4.413/ton. Dari sini, harga CPO kemungkinan bisa menguji support MYR 4.380/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di MYR 4.317/ton bisa menjadi target selanjutnya.
Untuk target resisten, yang terdekat sepertinya ada di MYR 4.611/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengatrol harga CPO ke arah MYR 4.622-4.871/ton.
(aji)






























