Logo Bloomberg Technoz

Akuisisi Smelter GNI, Danantara Disebut Berpotensi Gandeng China

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 August 2025 10:50

Konstruksi proyek nikel PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI
Konstruksi proyek nikel PT Gunbuster Nickel Industry./dok. GNI

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyebut Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berpeluang membentuk konsorsium dengan perusahaan China untuk bekerja sama mengakuisisi aset smelter nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).

Anggota Dewan Penasihat Pertambangan APNI Djoko Widajatno mengatakan kabar seputar rencana akuisisi smelter GNI oleh Danantara masih terus berkembang. Saat ini, sebutnya, Danantara dikabarkan masih menunggu persetujuan pemangku kepentingan dan proses due diligence.

“Proses ini sedang dalam tahap evaluasi dan due diligence, dengan rencana kerja sama bersama MIND ID, induk BUMN pertambangan, sebagai mitra utama dalam akuisisi tersebut,” kata Djoko ketika dihubungi, dikutip Selasa (12/8/2025).


Djoko juga berpendapat terdapat kemungkinan Danantara bekerja sama dengan perusahaan asal China, sebab akuisisi GNI diperkirakan memakan biaya yang cukup besar. Akan tetapi, dia belum mendapatkan kabar terbaru perundingan pendanaan dari konsorsium keuangan tersebut.

Pekerja PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara./dok. GNI

“Sementara data [informasi] di atas yang kami peroleh, mungkin saja terjadi konsorsium dari China yang akan bekerja sama dengan Danantara,” kata Djoko.