Adapun saham transportasi yang jadi pendorong terbangnya IHSG adalah, saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) dengan meningkat 6,34%, saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) juga melesat dengan kenaikan 5,88%, dan saham PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) yang menguat 5,64%.
Selanjutnya saham–saham properti juga jadi pendukung laju IHSG i.a, saham PT Natura City Developments Tbk (CITY) dengan kenaikan 16%, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melesat 6,76%, dan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terbang 5,39%.
Sementara itu saham keuangan, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) berhasil menguat 11,6%, saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melesat 9,25%, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melejit 8,08%.
Pada saham–saham unggulan LQ45 juga tercatat menghijau, adapun saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) kenaikannya mencapai 7,66%, disusul oleh saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) melesat 7,53%, dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 5,08%.
Disusul oleh penguatan saham PT Ciputra Group Tbk (CTRA) yang melejit 4,71%, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) meningkat 4,03%, dan juga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terbang 3,19%.
Adapun Bursa Saham Asia juga kompak menguat pada perdagangan hari ini. Indeks NIKKEI 225 menguat 1,85%, Shenzhen Comp. China menguat 1,42%, TOPIX mencatat kenaikan 1,21%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,68%, CSI 300 China terapresiasi 0,43%, FTSE Malaysia KLCI melesat 0,4%, dan Shanghai Composite terbang 0,34%.
Arah Teknikal IHSG
Riset Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup menguat di level 7.605,93 (+0.96%) pada Senin. Faktor positif antara lain berasal dari penguatan indeks bursa global di tengah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada September mendatang.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold. Selain itu terjadi penyempitan jarak antara garis MACD dan garis sinyal. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.680.
Senada dengan arah tersebut, Panin Sekuritas menyematkan IHSG dalam perjalanan menuju resistance 7.680.
Level ini harus mampu ditembus, sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance selanjutnya di angka 7.806 sampai dengan titik All Time High 7.911.
Namun tetap cermati, “Di sisi lain, support MA-20 7.430 sampai dengan titik previous low 7.448 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” papar Panin dalam riset terbarunya, Senin.
(fad)



























