Dalam keterangan resminya, Dedy menyampaikan peristiwa tersebut terjadi pada akhir pekan lalu Kamis (8/8/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kala itu, sejumlah orang tidak dikenal membawa senjata tajam, tongkat besi, dan busur melakukan aksi anarkis dan penjarahan aset PT IMIP.
“Selain melakukan pembakaran beberapa unit kendaraan, segerombolan orang itu juga menjarah gulungan kabel tembaga dalam bentuk bobin atau roll besar,” kata Dedy.
Adapun, berdasarkan tayangan amatir yang tersebar di media sosial terlihat segerombolan orang turut melakukan aksi anarkis terhadap petugas kepolisian dan sejumlah karyawan.
Deddy menyebut, pihak kepolisian sampai harus melepaskan tembakan peringatan untuk menghalau massa yang melemparkan batu ke arah petugas keamanan.
“Namun karena para penjarah terus melemparkan batu dan busur, polisi akhirnya menembakkan peluru karet ke segerombolan orang tersebut guna membubarkan massa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedy mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku penjarahan tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga disiagakan mengamankan lokasi penjarahan di kawasan sentra nikel PT IMIP tersebut.
Sekadar catatan, kawasan industri Morowali berada di atas lahan seluas 2.000 hektare dan menjadi pusat aktivitas industri besar dengan 28 perusahaan yang telah beroperasi serta 14 perusahaan dalam tahap konstruksi.
IMIP — yang dimiliki oleh raksasa logam China, Tsingshan Holding Group Co, dan penambang lokal Bintang Delapan Group — merupakan hasil dari investasi senilai lebih dari US$30 miliar.
(azr/naw)
































