Logo Bloomberg Technoz

Hyundai dan GM menandatangani kemitraan pada September 2024 untuk bersama-sama mengembangkan kendaraan, mesin, serta teknologi ramah lingkungan seperti sistem penggerak listrik dan hidrogen, dalam menghadapi gempuran produsen murah asal China dan lonjakan investasi untuk kendaraan berbahan bakar bensin maupun listrik.

Ini merupakan kemitraan besar pertama Hyundai dengan produsen otomotif lain, yang membuka jalan bagi kedua perusahaan untuk menggabungkan sumber daya demi efisiensi dalam belanja modal dan operasi manufaktur, sekaligus mempermudah pengadaan bahan baku dan suku cadang.

Sebagai produsen mobil terbesar Korea Selatan, Hyundai terus berupaya mendiversifikasi lini produknya dan meningkatkan profitabilitas guna meredam dampak dari tarif AS dan menurunnya permintaan global. Hyundai dan afiliasinya, Kia Corp., kini menghadapi tarif sebesar 15% di bawah rezim tarif Presiden AS Donald Trump, yang menurut Bloomberg Intelligence bisa menambah biaya hingga US$5 miliar tahun ini.

Bagi GM, pengembangan kendaraan baru ini menandai upaya baru untuk mendorong pertumbuhan di pasar global setelah bertahun-tahun merampingkan bisnis internasionalnya. Di bawah kepemimpinan CEO Mary Barra, GM telah menutup operasionalnya di Australia, Eropa, India, dan Asia Tenggara, serta merestrukturisasi bisnisnya yang melemah di China. Dengan dukungan Hyundai, perusahaan asal Detroit itu berharap dapat menghadirkan kendaraan kecil yang sesuai dengan konsumen di luar AS yang tidak mengemudi truk besar seperti di pasar domestik.

Rencana keduanya untuk van listrik, yang akan diproduksi di AS mulai paling cepat 2028, juga sejalan dengan lonjakan permintaan mobil listrik dan hybrid di Amerika Utara, yang turut mendorong pendapatan Hyundai mencetak rekor pada kuartal kedua.

Pada Maret lalu, Hyundai mengumumkan rencana investasi sebesar US$21 miliar di AS hingga 2028, untuk meningkatkan produksi dan menciptakan sekitar 14.000 lapangan kerja langsung. Proyek ini mencakup dana US$9 miliar untuk mendongkrak kapasitas pabrik menjadi sekitar 1,2 juta kendaraan per tahun.

(bbn)

No more pages