Logo Bloomberg Technoz

Bagaimana pencapaian Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara? 

Dibandingkan dengan Malaysia, prestasi Indonesia jelas lebih mencolok. Dalam pembacaan pertama (advance reading), ekonomi Negeri Harimau Malaya pada kuartal II-2025 tumbuh 4,5% yoy.

“Ekonomi Malaysia tetap berdaya tahan di tengah ketidakpastian global. Ini karena reformasi struktural yang ditempuh beberapa tahun ini. Aktivitas ekonomi yang kuat dan laju inflasi yang rendah mendukung untuk reformasi struktural menuju Malaysia yang berdaya tahan dan kompetitif pada masa yang akan datang,” tegas Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Dato’ Sri Abdul Rasheed Ghaffour, dalam keterangan tertulis.

Kemudian berdasarkan pembacaan pertama, ekonomi Singapura tumbuh 4,3% pada kuartal II-2025. Lagi-lagi Indonesia berada di posisi yang lebih baik.

Namun pertumbuhan ekonomi Singapura terakselerasi dibandingkan kuartal I-2025 yang tumbuh 4,1% yoy.

“Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Singapura tumbuh 1,4%. Berbalik dibandingkan kuartal I-2-25 yang mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) 0,5%. Untuk sepanjang semester I-2025, pertumbuhan ekonomi ada di 4,2% yoy.

“Ke depan, ada banyak ketidakpastian dan risiko ke bawah (downside risk) dari ekonomi global pada paruh kedua 2025. Ini karena ketidakpastian dari kebijakan tarif di Amerika Serikat (AS),” sebut keterangan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Sementara di Thailand, bank sentral Bank of Thailand (BoT) memperkirakan ekonomi Negeri Gajah Putih pada kuartal II-2025 ada di 2,3% yoy. Kembali Indonesia unggul.

Filipina dan Vietnam Lebih Baik

Namun Indonesia akhirnya mulai tertinggal. Adalah Filipina yang kemungkinan mampu mengungguli pencapaian Ibu Pertiwi.

Filipina akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 pada 7 Agustus mendatang. Konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi di 5,5% yoy.

Sebelumnya, Filipina merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2025. Dari 6-8%, kini proyeksinya adalah 5,5-6,5%.

“Revisi ini karena peningkatan ketidakpastian ekonomi global akibat tensi di Timur Tengah dan kebijakan tarif AS. Namun pemerintah tetap siap untuk menggulirkan kebijakan yang terarah untuk memitigasi dampak terhadap Filipina,” kata Amenah Pangandaman, Menteri Keuangan Filipina, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Pencapaian Indonesia juga kalah telak ketimbang Vietnam. Pada kuartal II-2025, ekonomi Vietnam tumbuh 7,96% yoy. Lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya yang sebesar 6,93% dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2023 atau hampir 2 tahun terakhir.

“Kinerja ekonomi pada paruh pertama 2025 positif dan mendekati target kami, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan regional,” sebut keterangan Biro Statistik Nasional Vietnam.

(aji)

No more pages