Peluang Danantara untuk Dorong Sektor Energi & Teknologi AI di RI

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dalam ekosistem investasi nasional, banyak investor sering bertanya-tanya apa itu aplikasi trading forex, apa itu trading saham, dan bagaimana pasar modal memengaruhi arah pengembangan teknologi dan energi. Saat ini, peran sovereign wealth fund Indonesia—yang dikenal sebagai Danantara atau BPI Danantara—semakin mengemuka sebagai instrumen strategis untuk mendanai proyek hilirisasi mineral, kecerdasan buatan (AI), dan energi terbarukan, sambil menavigasi berbagai tantangan kompleks di tengah dinamika global.
Diluncurkan pada 24 Februari 2025 dengan modal awal senilai sekitar US$20 miliar, Danantara berupaya membangun struktur investasi yang mirip dengan Temasek (Singapura) atau Khazanah (Malaysia), dengan target total aset lebih dari US$900 miliar. Melalui pengelolaan portofolio dari tujuh BUMN utama—Bank Mandiri, BRI, BNI, Pertamina, PLN, Telkom, dan MIND ID—Dana ini berpotensi menjadi penggerak pendanaan strategis nasional berkelanjutan.
Peluang utama Danantara
Pertama, sektor pengolahan mineral: Indonesia memiliki cadangan besar nikel, bauksit, dan tembaga. Hilirisasi dengan pembangunan smelter, pabrik peleburan, dan fasilitas baterai membuka peluang nilai tambah ekspor serta pengembangan industri domestik, sebuah hal yang menjadi prioritas Danantara. Hal ini seiring dengan strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan meningkatkan daya saing global.
Kedua, kecerdasan buatan atau AI adalah sektor yang sedang diincar. Danantara berencana mendukung pembangunan data center dan infrastruktur AI. Hal ini sejalan dengan langkah global digitalisasi yang membutuhkan dukungan teknologi canggih serta infrastruktur pemrosesan data. AI juga dapat meningkatkan efisiensi di sektor pertambangan, energi, dan telekomunikasi—yang semuanya berada dalam lingkup portofolio BUMN yang dikelola.
































