Laju terbatas rupiah berlangsung ketika reli harga terjegal di bursa saham. IHSG yang semula melesat hingga menyentuh 7.454, yang mencerminkan kenaikan lebih dari 1%, jelang tutup pasar hari ini malah berbalik melemah dengan penurunan 0,5%.
Adapun di pasar surat utang pemerintah, reli harga masih berlanjut di mana tenor 2Y yield-nya terpangkas hingga 4,8 bps seperti ditunjukkan data OTC Bloomberg.
Tenor 3Y bahkan turun yield-nya 6,9 bps, disusul tenor 5Y turun 2,5 bps. Sedangkan tenor acuan 10Y, yield turun 3,4 bps jadi 6,489%. Tenor lebih panjang 15Y, 20Y dan 30Y juga turun imbal hasilnya, masing-masing 6,2 bps, lalu 1,5 bps dan 1,5 bps.
Favorit asing
Salah satu pengelola dana global yang berpusat di Amerika Serikat (AS), T. Rowe Price Gorup Inc., menilai surat utang RI bertenor medium sebagai pilihan menarik.
Leonard Kwan, Portfolio Manager T. Rowe Price Group di Hong Kong, seperti dikutip dari Bloomberg News, mengatakan, obligasi Indonesia dengan jatuh tempo jangka menengah menarik menjadi salah satu pilihan karena kemungkinan Bank Indonesia akan menurunkan lagi BI rate sebanyak dua sampai tiga kali masing-masing sebesar 25 bps ke depan.
Kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN), seperti dilansir dari Kementerian Keuangan, memang sedikit berkurang setelah menyentuh nilai Rp936,24 triliun, posisi kepemilikan tertinggi SBN oleh investor asing sejak awal November 2021.
Sampai data terakhir per 18 Juli, asing kini menguasai Rp932,3 triliun, stabil di kisaran 14,63% dari total outstanding surat utang negara yang beredar di pasar sekunder.
Sepanjang tahun ini, obligasi pemerintah Indonesia telah mencatat total return sebesar 6,53% year-to-date, seperti dilansir data Bloomberg.
Selain obligasi rupiah, pengelola dana global senilai US$581 juta tersebut juga menyukai obligasi terbitan pemerintah Malaysia serta Thailand.
Obligasi pemerintah Thailand, didukung penguatan baht, telah mencetak return sebesar 13,38% tahun ini. Sedangkan obligasi pemerintah Malaysia membukukan keuntungan sebesar 10,2%, didukung pula oleh penguatan ringgit sepanjang tahun ini.
(rui)































