Logo Bloomberg Technoz

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham DCII tersebut, bursa menyampaikan bahwa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut. Oleh karena itu pada investor diharapkan:

  1.  Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa; 

  2. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya; 

  3. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS); dan 

  4. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Bursa mengatakan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran oleh perusahaan tersebut atau pelanggaran terhadap perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Sebagai informasi, bursa juga pernah mengumumkan pergerakan tidak wajar saham DCII pada 4 Februari 2025 lalu. Kemudian saham DCII juga pernah di suspensi pada tanggal 25 Februari 2025 yang berlanjut hingga 4 Maret 2025.

Berdampak ke Kekayaan Toto Sugiri

Otto Toto Sugiri (Dok. Wikipedia/CC0 Diolah)

Kekayaan Toto Sugiri yang menjadi figur Penting di balik PT DCI Indonesia ikut efek tren positif harga saham DCII. Data Bloomberg hingga Jumat (18/7/2025) sampaikan bahwa Toto menjadi orang terkaya nomor 7 di Indonesia dan orang terkaya ke 330 di dunia dengan total kekayaan sebesar US$10 miliar atau setara dengan Rp163,2 triliun (dengan kurs jisdor Rp16.329/US$). 

Toto Sugiri, yang kerap disebut sebagai  Bill Gates Indonesia juga dikenal sebagai pelopor di bidang teknologi informasi dan pusat data di Indonesia.

Toto mendirikan DCII pada tahun 2011 yang kala itu masih minim adanya industri pusat data. Alhasil, kini perusahaannya merupakan salah satu penyedia layanan pusat data terbesar di Indonesia.

Dalam kepemimpinannya, DCII meraih sertifikasi Tier IV, kualifikasi tertinggi untuk pusat data global dengan jaminan ketersediaan layanan hingga 99,995%.

(fik/wep)

No more pages