“Apabila memerlukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan lainnya tentunya siswa dan masyarakat harus terdaftar di BPJS Kesehatan. Nah, khusus di Sekolah Rakyat nanti ditangani khusus,” ujar Daisy.
Dia pun menerangkan bahwa seluruh proses pemeriksaan dilakukan di sekolah. Mengingat CKG adalah proses penapisan (screening) masalah kesehatan anak didik.
Lanjut Daisy, beberapa temuan awal seperti anemia, diabetes (gula darah), dan jantung membutuhkan pemeriksaan lanjutan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) jika memang ada riwayat kesehatan keluarga. “Untuk menentukan apakah ada gejala talasemia atau tidak pada siswa misalnya,” tutur dia.
Sementara itu, terkait jenis pemeriksaan kesehatan di sekolah umum yang bukan Sekolah Rakyat untuk setiap jenjang pendidikan SD, SMP maupun SMA, Kemenkes RI mendapati temuannya ada yang sama yakni status gizi, merokok, kebugaran, tekanan darah, tuberkulosis (TBC), telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis B dan C, serta kesehatan reproduksi.
(far/spt)



























