Sanksi tersebut—yang menurut pejabat Gedung Putih bisa berupa sanksi sekunder atau tarif dagang—menargetkan pembeli pasokan energi Rusia seperti India dan China.
Jika diterapkan, langkah itu dapat memperketat aliran energi global dan menyulitkan upaya Eropa untuk mengisi cadangan gas menjelang musim dingin.
Tenggat waktu 50 hari tersebut turut meredakan kekhawatiran pasokan jangka pendek di kawasan.
Pelaku pasar kini fokus memantau strategi pengisian ulang cadangan energi Eropa setelah level persediaan musim dingin lalu turun ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir.
Harga gas sempat naik dalam beberapa hari terakhir, didorong oleh gelombang panas di Asia yang meningkatkan permintaan LNG dan memicu potensi persaingan global yang lebih ketat untuk komoditas vital ini.
Kendati impor LNG ke pasar utama Eropa Barat Laut masih lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, volume pengiriman tercatat melandai pekan lalu.
Sebaliknya, China daratan dan Taiwan mencatat pemulihan dalam pembelian mingguan, menurut data BloombergNEF.
Futures bulan depan Dutch TTF—acuan harga gas Eropa—diperdagangkan melemah 1,1% ke €35,07 per megawatt hour pada pukul 08:48 waktu Amsterdam.
(bbn)

























