Batu bara masih menjadi sumber energi utama untuk pembangkitan listrik. Menurut catatan International Energy Agency (IEA), batu bara masih berkontribusi sebesar 61,3% terhadap pembangkitan listrik di China pada 2023.
Analisis Teknikal
Selepas naik minggu lalu, bagaimana proyeksi harga batu bara untuk pekan ini? Apakah bisa naik lagi atau malah jatuh terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), batu bara masih betah di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53.
RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI batu bara belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Namun investor perlu waspada karena indikator Stochastic RSI sudah berada di 97. Jauh di atas 80, sudah sangat jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, ada risiko harga batu bara bakal turun pekan ini. Cermati pivot point di US$ 110/ton.
Jika tertembus, maka ada risiko harga batu bara akan menguji support US$ 108/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Target berikutnya adalah US$ 104/ton yang menjadi MA-10.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 101/ton.
Adapun target resisten terdekat adalah US$ 115/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga batu bara ke rentang US$ 118-120/ton.
Target paling optimistis ada di US$ 128/ton.
(aji)





























