Kemenhan hingga hari ini menyatakan situs utama dan email resmi, ditambah data strategis lainnya dalam kondisi aman serta tidak terdampak secara signifikan.
Lembaga negara ini juga mengurai komitmennya dalam menjaga kerahasiaan data sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, dan akan mengambil langkah penguatan sistem.
Diketahui, dalam unggah @H4ckmanac dijelaskan bahwa informasi yang diduga bocor itu mencakup data sensitif terkait proses rekrutmen CPNS di lingkungan Kemenhan.
Di antaranya tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor peserta, nama lengkap, tanggal dan sesi ujian, lokasi ujian, posisi atau jabatan yang dilamar, serta unit penempatan yang berkaitan dengan data pribadi para peserta proses seleksi CPNS di institusi Kemenhan.
Merujuk pada berbagai sumber, Digital Ghost sendiri dapat berkaitan pada berbagai hal tergantung dari konteks yang dimaksud. Dalam kasus kebocoran data Kemenhan tersebut, Digital Ghost dapat dimaksud sebagai nama sebuah proyek, aplikasi, atau platform. Meski demikian, belum diketahui secara pasti siapa entitas dibalik DigitalGhost ini.
(prc/wep)




























