Logo Bloomberg Technoz

Lobi Tarif AS Gagal, Pakar Usul RI Impor Migas dari Rusia Saja

Mis Fransiska Dewi
10 July 2025 10:30

Oil pumping jacks./dok. Bloomberg
Oil pumping jacks./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri migas menyarankan RI dapat mengimpor migas dari Rusia sebagai alternatif ketika negosiasi tarif lanjutan dengan Amerika Serikat (AS) menemui jalan buntu alias gagal mendapat diskon tarif timbal balik lebih rendah dari 32%.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo mengatakan jika negosiasi tarif gagal, tidak ada poin penting atau urgensi lagi bagi Indonesia untuk jorjoran impor migas dari AS; seperti untuk minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), gas minyak  cair atau liquified petroleum gas (LPG), maupun gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG).

Dia menyebut mengimpor komoditas energi dari AS sebenarnya lebih 'berat di ongkos' karena lokasi dan jaraknya yang jauh dari Indonesia. Untuk LPG, misalnya, Indonesia juga masih harus mengeluarkan biaya modifikasi tambahan lantaran komposisi utama LPG dari AS tidak sama dengan di Indonesia. 


“⁠Alternatif lain kecuali dari pemasok eksisting, sangat mungkin untuk melihat alternatif suplai dari Rusia,” kata Hadi saat dihubungi, Kamis (10/7/2025).

Perdagangan LPG. (Sumber: Bloomberg)

Hadi menjelaskan saat ini posisi Indonesia bukan masalah 'berani atau tidak berani' mengimpor migas dari Rusia, tetapi sudah pada kondisi sangat terpojok.