Logo Bloomberg Technoz

Mata Uang Asia Ambruk Berjamaah Pagi Ini, Rupiah Terseret Juga

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 July 2025 09:15

Warga menghitung uang rupiah di layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Tebet, Selasa (4/4/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Warga menghitung uang rupiah di layanan kas keliling Bank Indonesia di Pasar Tebet, Selasa (4/4/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka melemah mengikuti tren negatif di pasar regional dan emerging market secara umum, ketika ancaman tarif Amerika Serikat (AS) meningkat menaikkan kewaspadaan para pelaku pasar.

Melansir Bloomberg, Rabu (9/7/2025), rupiah dibuka melemah 0,13% di level Rp16.229/US$ dan selanjutnya bergerak makin tertekan di kisaran Rp16.245/US$.

Pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS alias DXY merangkak naik di kisaran 97,56. Kebangkitan the greenback menekan pergerakan valuta yang menjadi lawannya. Di Asia pagi ini, semua mata uang berada di zona merah, melemah terhadap dolar AS.


Peso jadi terlemah pagi ini dengan penurunan nilai mencapai 0,35%, disusul ringgit 0,29%, rupiah di urutan ketiga terlemah dengan pelemahan 0,2%, lalu yen 0,19%. 

Baht juga melemah 0,17%, disusul dolar Taiwan yang tergerus 0,09%, won juga melemah bersama dolar Singapura 0,08%, kemudian yuan Tiongkok (CNY) dan yuan offshore (CNH) juga melemah tipis 0,01%. Tidak ada mata uang Asia yang 'lolos' dari tekanan the greenback pagi ini.