Harapan Penurunan BI Rate Membesar, Rupiah Mungkin Bergerak Datar
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 July 2025 08:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kemungkinan masih akan bergerak terbatas dibayangi potensi pelemahan di tengah pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global yang kembali merambat naik, ketika pasar domestik mulai meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga acuan BI rate pekan depan.
Indeks dolar DXY ditutup menguat tipis 0,04% di New York kemarin. Namun, penguatan the greenback tersebut belum menjatuhkan rupiah di pasar offshore. Rupiah forward (NDF) kemarin ditutup menguat 0,36% di level Rp16.284/US$.
Level itu masih lebih lemah dibanding posisi penutupan rupiah spot pada perdagangan Selasa di Rp16.208/US$, mengisyaratkan pergerakan rupiah di pasar spot pada Rabu ini (9/7/2025) mungkin cenderung terbatas dengan potensi pelemahan masih tersisa terutama bila sentimen pasar global dan regional tak mendukung.
Di Asia pagi ini semua mata uang Asia yang sudah diperdagangkan di pasar spot, bergerak melemah dipimpin oleh won Korea Selatan. Baht, ringgit, yen, dolar Singapura juga yuan offshore, juga melemah.
Lanskap global saat ini masih didominasi oleh sentimen seputar kebijakan tarif AS. Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan terbaru mengatakan, ia tidak akan memperpanjang batas waktu penerapan tarif pada 1 Agustus mendatang.


























