Saham & Mata Uang Asia Menghijau, Tak Acuhkan Tarif Trump
Ruisa Khoiriyah
08 July 2025 10:02

Bloomberg Technoz, Jakarta - Reaksi pasar di Asia merespons pengumuman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terlihat variatif di tengah masih panas dan dinamisnya isu seputar kebijakan bea masuk yang 'menyandera' sejak April lalu itu.
Melansir data Bloomberg, sebagian besar valuta Asia bergerak di zona hijau terutama mata uang negara-negara yang tarifnya tak berubah. Won Korea Selatan misalnya, pagi ini terpantau menguat 0,78%.
Penguatan won senada dengan melesatnya indeks saham Kospi dan Kosdaq. Kospi menguat hingga lebih dari 1%. Dalam pengumuman tadi malam, Trump memastikan tarif impor AS dari Negeri Ginseng itu tetap 25%, tak berubah dari pengumuman April silam.
Harga surat utang negeri itu juga melesat ditandai dengan tingkat imbal hasil obligasi korporasi turun 1,3 bps ke level 2,96%. Pemerintah Korsel merespon pengumuman baru Trump itu dengan mengatakan pembicaraan intensif dengan AS masih dilangsungkan dengan memprioritaskan kepentingan nasional.
Bukan cuma won yang menguat pagi ini. Peso juga melesat 0,4%, bersama baht yang juga naik nilainya 0,35%. Sedangkan dolar Singapura menguat 0,14%, yuan offshore naik 0,09% dan yuan Tiongkok 0,05%.




























