Logo Bloomberg Technoz

"Mitra pengemudi juga menjadi salah satu pihak yang akan dirugikan akibat kenaikan tarif layanan transportasi online. Kenaikan  tarif bisa berdampak signifikan pada penurunan permintaan dan frekuensi penggunaan layanan," sambungnya. 

Maxim menambahkan bahwa pengalaman serupa di sejumlah daerah, seperti Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan, menunjukkan tren penurunan permintaan layanan secara drastis setelah kenaikan tarif diberlakukan.

Wilayah lain seperti di Makassar dan Palopo, misalnya, permintaan ojol turun hingga 50% dalam dua minggu pertama pasca kenaikan, lebih dari 30% konsumen berhenti menggunakan layanan, hingga 20% konsumen mengurangi orderan dengan menggunakan taksi online.

"Pemerintah harus turut memperhatikan dampaknya terhadap ekosistem digital yang saat ini tengah berkembang. Kenaikan tarif  layanan akan merusak stabilitas Industri e-hailing dalam hal ini aplikator sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik. Ketidakseimbangan antara permintaan konsumen dan sumber daya yang tersedia akibat kenaikan tarif akan membuat perusahaan  sulit bertahan untuk terus beroperasi di Indonesia."

Oleh karena itu, Maxim berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemnhub) dapat mempertimbangkan ulang kebijakan tersebut dengan memperhatikan kondisi ekonomi saat ini, serta memastikan keberlangsungan ekosistem transportasi daring yang sehat dan berkelanjutan.

Sebagai gambaran informasi awal rencana kenaikan tarif ojol terkuat dalam agenda rapat pejabat Kemenhub dengan Komisi V DPR RI pada awal pekan ini, Senin (30/6/2025). Meski demikian, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemhub Aan dalam keterangan kepada awak media, Rabu (2/7/2025), memberi penegasan baru bahwa Kemenhub belum bisa memastikan rampungnya diskusi penyesuaian tarif Ojol.

"Otoritas perhubungan negara hingga saat ini masih terus mengkaji secara mendalam proses revisi, yang turut mendapat respons dari kalangan ojol tersebut," jelas Aan di kantornya.

Proses kajian yang melibatkan multi pihak tersebut, tegas Aan, dilakukan secara bertahap dan meliputi pertemuan bersama pakar dan akademisi yang direncanakan akan mulai pada pekan ini.

Pertemuan selanjutnya akan melibatkan sejumlah perwakilan dari kalangan perusahaan transportasi online atau aplikator, termasuk perwakilan mitra pengemudi dengan masing-masing kesempatan terpisah.

(prc/wep)

No more pages