Logo Bloomberg Technoz

Dinamika politik anggaran di Negeri Adikuasa jadi beban bagi langkah dolar AS. Senat sudah menyetujui RUU pajak yang diusung Presiden Donald Trump. RUU ini akan menjadi dasar hukum bagi pemotongan berbagai tarif pajak sehingga menurunkan penerimaan negara.

Akibatnya. defisit fiskal AS dikhawatirkan akan membengkak. Badan Anggaran Kongres AS memperkirakan defisit anggaran AS akan bertambah US$ 3,3 triliun selama 10 tahun ke depan.

“Risiko fiskal mungkin akan tiba,” sebut catatan Commerzbank AG.

Artinya, pemerintah harus lebih banyak mengakses pasar untuk menerbitkan surat utang demi membiayai defisit tersebut. Pasokan dolar AS akan melimpah, sehingga ‘harganya’ menjadi lebih murah.

Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika dolar AS terdepresiasi, maka emas jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

“Harga emas, walau agak turun dalam beberapa waktu terakhir, masih menyimpan potensi kenaikan dalam waktu dekat jika dolar AS terus melemah,” tegas Vivek Dhar, Analis Commonwealth Bank of Australia. sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

(aji)

No more pages