Logo Bloomberg Technoz

Gerak Rupiah Akan Lebih Terbatas Dibayangi Banyak Isu Baru

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 July 2025 08:00

Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah di salah satu bank di Jakarta, Selasa (16/1/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mungkin akan mengalami kesulitan untuk melanjutkan penguatan pada hari ini di pasar spot, di tengah mood pasar yang dibayangi kewaspadaan akan perkembangan kebijakan tarif Amerika, juga prospek suku bunga acuan global ke depan.

Potensi pelebaran defisit fiskal Indonesia pada tahun ini mendekati batas atas yang diizinkan oleh Undang-Undang, juga akan dicermati oleh pasar.

Reaksi pasar kemarin masih cenderung tenang bahkan lelang Surat Utang Negara laris manis diserbu hingga incoming bids menembus Rp121,68 triliun di tengah ekspektasi penurunan BI rate yang menguat pasca rilis data inflasi Juni.


Indeks dolar AS ditutup hanya turun tipis 0,06% di New York kemarin. Stagnan dolar membuat ruang bagi rupiah di pasar offshore juga terbatas. Pada penutupan pasar global kemarin, rupiah Nondeliverable Forward (NDF) ditutup melemah 0,23% di level Rp16.219/US$. 

Pagi ini, rupiah offshore bergerak di Rp16.222/US$ ketika mayoritas mata uang Asia di pasar spot juga melemah terhadap the greenback. Yen tertekan 0,15%, bersama ringgit, baht, dolar Singapura juga yuan offshore. Hanya dolar Hong Kong yang masih bertahan di zona hijau.